Aplikasi “Si Rampak Sekar” merupakan aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi antara Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Pusat. Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Online (Si Rampak Sekar) secara resmi diluncurkan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Taufiq Budi Santoso di Hotel El Royale, Kota Bandung, Rabu (13/11/19). Si Rampak Sekar merupakan aplikasi yang akan menjadi pintu bagi masuknya usulan-usulan desa di Jawa Barat. Nantinya, usulan desa tersebut didanai melalui APBD Provinsi Jawa Barat dalam bentuk Bantuan Keuangan Desa. Selain itu, Si Rampak Sekar dapat memadukan sistem perencanaan dan penganggaran pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dan pusat. Dalam amanatnya Uu menyampaikan, bahwa Si Rampak Sekar dapat memeratakan pembangunan di semua lini, khususnya desa-desa di Jawa Barat. Pun demikian dengan pertumbuhan ekonomi. UU mengimbau kepada kepala desa (kades) dan aparatur desa untuk bersinergi dalam program tersebut. Uu juga menyampaikan, penerapan aplikasi, seperti Si Rampak Sekar, dapat meningkatkan kualitas pembangunan desa di era digital saat ini. Jika kades dan aparatur desa tidak mengikuti perkembangan teknologi saat ini, kata dia, pembangunan di desa akan tertinggal. “Siapa yang menguasai digital, itu yang akan menguasai dunia. Siapa yang tidak menguasai, akan ketinggalan. Supaya kades dan desanya tidak tertinggal dari dunia yang sekarang, maka kami memberikan perhatian seperti ini (melalui program aplikasi Si Rampak Sekar ini),” ucapnya. Unduh Materi Aplikasi Si Rampak Sekar dan Contoh Dokumen Bantuan Keuangan Desa di http://bit.ly/pelatihanbandes2019 Video Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Si Rampak Sekar di https://youtu.be/cFjBvhP__S4
Ketegori: Desa Ciburial
Partisipasi pemilih pada pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung pada Sabtu (26 Oktober 2019) mencapai 79,03 persen. Pencapaian itu berdasarkan pada jumlah partisipasi pemilih pada Pilkades Ciburial 2019 mencapai 6.885 orang. Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades Ciburial 2019 tercatat sebanyak 8.712 orang. Data itu diperoleh berdasarkan Sertifikat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara yang ditetapkan pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Pilkades Ciburial 2019, Sabtu sore (26 Oktober 2019) di Gedung SerbaGuna (GSG) Ciburial. Pada Pilkades Ciburial 2019 ini ada empat calon kepala desa, yakni Lala Komara, S.Hi. (Calon No.1), Imam Soetanto, S.E. (Calon No.2), Asep Permana, S.Pd.I (Calon No.3), dan Asep Rahmat, A.Md. (Calon No.4). Pemungutan suara pada Pilkades Ciburial 2019 ini dilakukan di sebanyak 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah Desa Ciburial. Pemungutan suara serempak di mulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Preses rekapitulasi suara dari tiap-tiap TPS dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir pada pukul 18.30 WIB. Hasil dari rekapitulasi penghitungan suara, tercatat sebanyak 491 suara (7,13%) untuk Calon No.1, sebanyak 2.130 suara (30,94%) untuk Calon No.2, sebanyak 803 suara (11,66%) untuk Calon No.3, sebanyak 3.433 suara (49,86%) untuk Calon No.4, dan sebanyak 28 suara (0,41%) tidak sah. Berdasarkan hasil penghitungan suara dari setiap TPS, calon Nomor Urut 4 (ASEP RAHMAT, A.Md.) memperoleh suara terbanyak, yaitu 3.433 suara (49,86%).***
Sebanyak 8.712 warga Desa Ciburial Kec. Cimenyan Kab. Bandung yang telah memenuhi hak suara akan memilih Kepala Desa Ciburail periode 2019-2025 pada #PilkadesCiburial2019, Sabtu (26 Oktober 2019). Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkades Ciburial 2019 tercatat sebanyak 8.712 orang. Terdiri dari laki-laki sebanyak 4.417 pemilih (51 %) dan perempuan sebanyak 4.295 (49%). Berdasarkan data dari Kantor Desa Ciburial, jumlah penduduk Desa Ciburial sebanyak 12.471 jiwa, sedangkan yang telah memenuhi syarat hak pilih sebanyak 8.712 jiwa yang tersebar di 4 Dusun, 12 RW, dan 51 RT. Pemungutan dan Penghitungan suara Pemilihan Kepala Desa akan dilakukan di 15 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dilayani oleh sekitar 75 petugas KPPS di lapangan. Pemungutan suara dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB di TPS masing-masing. Penghitungan suara di tiap-tiap TPS dilakukan setelah pukul 13.00 WIB. Selanjutnya, rekapitulasi hasil penghitungan suara akan dilakukan di Balai Desa Ciburial oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD). ***
Logistik Pilkades Ciburial 2019 di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung sudah siap untuk didistribusikan ke tiap TPS. Logistik Pilkades rencananya akan disebar ke tiap TPS dilaksanakan pada Sabtu pagi tanggal 26 oktober 2019. Tercatat jumlah TPS sebanyak 15 TPS yang tersebar di 12 RW. Jumlah DPT per TPS bervariasi, dari yang terkecil sebanyak 296 pemilih dan terbanyak 852 pemilih. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkades Ciburial 2019 tercatat sebanyak 8.712 orang. Terdiri dari laki-laki sebanyak 4.417 pemilih (51 %) dan perempuan sebanyak 4.295 (49%). Pendistribusian Logistik Pilkades dari P2KD ke KPPS khusus surat suara dan/atau logistik lainnya yang tersimpan di kotak suara dilakukan pagi hari 26 Oktober 2019 sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Para petugas yang ikut terlibat dalam pengamanan Pilkades 2019 terdiri dari satuan Satpol PP kecamatan, Linmas, Kepolisian Sektor Cimenyan, Polres Bandung, Koramil 0609. ***
Kampanye Terbuka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ciburial 2019 digelar Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Ciburial pada 22 Oktober 2019. Kegiatan tersebut berlangsung dari pukul 09.00 WIB s.d. Pukul 13.00 WIB di Gedung SerbaGuna (GSG) Ciburial. Kegiatan Kampanye Terbuka Pilkades Ciburial 2019 ini merupakan puncak atau akhir dari kegiatan kampanye yang merupakan salah satu tahapan pada penyelenggaraan Pilkades Ciburial Tahun 2019. Tahapan selanjutnya adalah masa tenang. Pelaksanaan kegiatan Kampanye Terbuka Pilkades Ciburial 2019 juga disiarkan seacara langsung (Live Streaming) melalui kanal media sosial Desa Ciburial, yaitu Facebook Desa Ciburial dan Saluran Youtube CiburialTV. Selain itu, masyarakat yang hadir ke GSG Ciburial namun tidak dapat masuk ke ruangan GSG dapat menyimak tayangan Kampanye Terbuka Pilkades Ciburial 2019 di layar besar yang dipasang di halaman GSG Ciburial. Kegiatan Kampanye Terbuka Pilkades Ciburial 2019 dibuka oleh Ketua P2KD Ciburial dilanjutkan dengan sesi pemaparan / ekpose visi misi dari masing-masing calon kades. Sesi berikutnya berupa pendalaman visi misi calon kades melalui pertanyaan dan jawaban secara interaktif. Semua sesi pada kegiatan Kampanye Terbuka Pilkades Ciburial 2019 selesai sesuai dengan tata tertib pelaksanaan. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan tausiah dan do’a oleh K.H. Muchtar Adam (Pendiri & Pimpinan Umum Pondok Pesantren Al-Quran Babussalam). Tayangan tersimpan (berupa video) Live Streaming kegiatan Kampanye Terbuka Pilkades Ciburial 2019 bisa dilihat di Facebook Desa Ciburial dan Saluran Youtube CiburialTV. ***
Dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di sejumlah wilayah rawan bencana. Salah satu desa yang dibentuk menjadi Destana pada 2019 adalah Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Pembentukan Destana merupakan strategi dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di wilayah Kabupaten Bandung. Dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2014 sampai 2019, sudah terbentuk 6 destana di Kabupaten Bandung. “Ini merupakan strategi PRB oleh pemerintah dengan cara menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana itu sendiri. Sudah terbentuk 6 Destana, yakni di Desa Tenjolaya Kecamatan Cicalengka, Kelurahan Pasawahan Kecamatan Dayeuhkolot, Desa Kutawaringin Kecamatan Kutawaringin, Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, Desa Majalaya Kecamatan Majalaya dan Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara di Soreang beberapa waktu lalu. Akhmad Djohara menjelaskan, masyarakat yang berada di wilayah risiko bencana merupakan penerima dampak yang juga bisa merespon langsung bencana itu sendiri. Pembentukan Destana akan membangun masyarakat yang sadar bencana, memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana. “Selain itu, yang penting juga adalah mereka akan mampu memulihkan diri dengan segera dari segala dampak bencana. Siap untuk selamat, tangguh, tanggap dan mandiri,” terang Akhmad. Lebih jelas Akhmad Djohara menuturkan, Destana merupakan salah satu perwujudan dari tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Tujuannya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi resiko bencana. ***
Berikut ini Visi Misi Calon Kepala Desa (Kades) Ciburial 2019-2025 pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ciburial Tahun 2019. Bisa dikatakan, Visi Misi Calon Kades Ciburial ini merupakan gambaran Desa Ciburial 6 tahun ke depan. Klik link di sini untuk mengunduh Visi Misi Calon Kades Ciburial.
Sebagaimana diketahui Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep dimana suatu objek memiliki kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan. Transfer data tersebut terjadi tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Lebih sering kita dengan mengenai Internet of Things (IoT) adalah sistem otomatisasi. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet. Sejalan dengan ekosistem yang mulai terbentuk dan banyak ruang yang bisa diisi dari aspek bisnis dan pemasaran, kreator IoT banyak menunjukkan keunggulan dalam mengembangkan produk IoT. Salah satu contoh karya unggulan kreator Indonesia di bidang IoT yang berasal dari Desa Ciburial berjuluk eFishery. Internet of Things (IoT) ala eFishery adalah alat pemberi pakan ikan secara otomatis. Alat ini tidak hanya mengotomatisasi pemberian pakan secara terjadwal dengan dosis yang tepat, namun juga mencatat setiap pemberian pakan secara real-time. Pengguna dapat mengakses data pemberian pakan kapan pun dan di mana pun. Tidak ada lagi masalah over-feeding, pemberian pakan ikan yang tidak teratur atau pakan yang diselewengkan. Secara spesifik, Internet of Things (IoT) ala eFishery berusaha membantu peternak ikan dan udang. Hal ini karena biasanya pemberian makan ikan menguasai antara 50 hingga 80 persen biaya operasi peternakan ikan. eFishery juga dikenal sebagai startup yang sering memenangkan berbagai kompetisi startup tingkat global. Bekerja sama dengan TINC, eFishery akan mengeksplorasi pemanfaatan modul NarrowBand IoT (NB-IoT) untuk konektivitas yang lebih efektif. Hal ini sejalan dengan ekspansi pasar dengan model bisnis yang lebih matang dan validasi pasar baru akan memanfaatkan kompetensi dan jaringan konsumen luas salah satu provider telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Founder dan CEO eFishery Gibran Huzaifah juga aktif mengisi kelas di TINC 2018 Forum IoT. Sekilas Awal Mula Internet of Things (IoT) ala eFishery Pada tahun 2012, Gibran Huzaifah menemukan sebuah solusi untuk masalah biaya pakan budidaya ikan yang disebut eFishery. Perangkat eFishery adalah solusi pakan cerdas untuk […]
Pemerintah Desa (Pemdes) Ciburial menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) di Desa Ciburial. Kegiatan Peningkatan Kapasitas LKD Ciburial tersebut dilaksanakan di Balai Desa Ciburial, Jumat 30 Agustus 2019. Pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas LKD Ciburial kali ini, pesertanya adalah: para pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), para ketua Rukun Tetanggga (RT), dan para Rukun Warga (RW) se-Desa Ciburial. Kegiatan Peningkatan Kapasitas LKD Ciburial ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) di Desa Ciburial. Materi yang disajikan pada Kegiatan Peningkatan Kapasitas LKD Ciburial merujuk pada Peraturan Desa Ciburial tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Dimana pada Peraturan Desa telah diatur secara menyeluruh mengenai Lembaga Kemasyarakatan Desa yang ada di Desa Ciburial. Khusus untuk para Ketua RT dan RW, kegiatan Peningkatan Kapasitas LKD Ciburial dikemas dalam bentuk Perlombaan Administrasi RT dan RW Tingkat Desa. Selain dalam upaya meningkatkan kapasitas administratif juga sebagai bentuk monitoring dan evaluasi terhadap penglolaan administrasi RT dan RW. ***