Pasar Rakyat Rupa Rupa Karya Masagi Desa Ciburial Edisi Milad Unisba

Pasar Rakyat Rupa Rupa Karya Masagi Desa Ciburial Edisi Milad Unisba

Pasar Rakyat Rupa Rupa Karya Masagi Desa Ciburial kembali digelar untuk ketiga kalinya. Gelaran Pasar Rakyat Rupa Rupa Karya Masagi Desa Ciburial kali ini berkolaborasi juga dengan Panitia Milad ke-64 Universitas Islam Bandung (Unisba). Beberapa kegiatan diantaranya adalah pasar rakyat UMKM Desa Ciburial, Senam Sehat Masagi Ciburial, Pengobatan Gratis dan Penyuluhan Kesehatan “Swamediaksi Obat Konvensional dan Obat Tradisional”.

Pasar Rakyat Rupa Rupa Karya Masagi Desa Ciburial edisi Milad ke-64 Uniba digelar pada Sabtu, 24 September 2022 di di Kampus II Unisba Ciburial. Pasar Rakyat Rupa Rupa Karya Masagi Desa Ciburial menghadirkan 22 stand UMKM dari Desa Ciburial. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Unisba dengan pemerintah Desa Ciburial untuk membangkitan kembali ekonomi Desa Ciburial.

Kepala Desa Ciburial, Asep Rahmat, menyampaikan pesan kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Ciburial agar senantiasa terus menerus melakukan usahanya, apapun kendala dan tantangannya, dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Kita usaha terus, apapun kendala dan tantangannya, dalam rangka pemulihan ekonomi pasaca pandemi,” pesan Kepala Desa.

Menurut Koordinator Bidang Kegiatan Ilmiah dan PKM Milad ke-64 Unisba, Suwendar, pengobatan gratis ini diikuti sekitar 200 warga Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung dari 12 RW.

“Para peserta memperoleh kupon yang didistribusikan oleh aparat desa. Jadi yang menentukan ketua RW masing-masing siapa saja yang berhak diberikan pengobatan gratis,” katanya.

Para pasien yang dilayani kata Suwendar, hanya memiliki riwayat penyakit ringan saja seperti batuk, pilek, nyeri, kulit, Ispa yang sifatnya ringan, keluhan adanya inflamasi, alergi ringan, diare dan penyakit ringan lainnya.

“Sedangkan jika ada yang terdiagnosa penyakit berat, pasien akan dirujuk ke Puskesmas Cimenyan,” ujarnya.

Ia menuturkan, tim yang terlibat dalam pengobatan gratis ini merupakan kolaborasi Program Studi (Prodi) Farmasi dan Apoteker FMIPA dan Fakultas Kedokteran (FK) Unisba yang terdiri dari 4 orang dokter, 6 orang apoteker, 1 orang asisten apoteker, 2 orang perawat, 18 orang mahasiswa Prodi Farmasi dan Apoteker Unisba dan 4 orang mahasiswa FK Unisba.

Sedangkan, penyuluhan kesehatan diikuti peserta sebanyak 60 orang yang merupakan kader dari Posyandu dan PKK Desa Ciburial. Pemateri dalam kegiatan ini merupakan dua orang dosen Prodi FMIPA Unisba.

Suwendar mengatakan, para peserta yang memberikan pertanyaan diberikan apresiasi berupa tanaman obat agar bisa menjadi Kader di lingkungannya yang memberikan kesadaran akan pentingnya tanaman obat bagi kehidupan.

Ketua LPPM Unisba, Neni Sri Imaniyati, mengatakan, kegiatan PKM ini sesuai dengan program masyarakat pasca pandemi Covid-19.

“Setelah sekian lama aspek kesehatan, ruang gerak terbatas dan juga dari aspek ekonomi, maka Unisba ingin kontribusi bagaimana menciptakan generasi penerus yang sehat yang kuat. Sehat dari fisiknya, serta sehat dan kuat dari segi ekonominya,” ungkapnya.

Dekan FMIPA Unisba, Abdul Kudus, berharap kegiatan ini dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan umat, serta berdampak pada Unisba yang lebih besar dan maju lagi. ***

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: