KBU adalah kawasan yang sangat penting karena menyuplai air tanah bagi wilayah Cekungan Bandung. Sekitar 60% air tanah Cekungan Bandung disuplai dari kawasan seluas 38.543,33 Ha, dan sisanya sekitar 40% dipenuhi dari Kawasan Bandung Selatan. Kawasan ini dibatasi barisan Gunung Burangrang, Masigit, Gedogan, Sunda, Tangkubanparahu dan Manglayang, berada pada ketinggian sekitar 750 s.d 1.000 m dpl.
Tagar: bandung
Kawasan Bandung Utara atau KBU merupakan wilayah inti Bandung Raya bagian utara yang berada pada elevasi 750 meter ke atas hingga pada kawasan puncak gunung dan perbukitan di sekitarnya. Dimana lahan konservasi di KBU mengalami perusakan akibat dari adanya aktivitas yang mengabaikan aspek hukum dan kelestarian lingkungan. Akibatnya terjadi penyusutan luas hutan yang seharusnya dijaga sebagai wilayah resapan air. Selain itu kerusakan di KBU akan mempengaruhi daya dukung lahan serta kemampuan lingkungan dalam menyangga keseimbangan ekosistem.
Pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Kabupaten Bandung putaran kedua yang digelar hari ini, Minggu (31/10/2010), sepi pemilih. Dari pantauan kedua tim sukses calon bupati dan wakil bupati, setiap TPS hanya diikuti sekitar 30 hingga 50 persen pemilih. "Dari beberapa TPS yang kita lihat memang sepi. Kita enggak yakin sampai 50 persen. Hampir merata di semua TPS. Padahal biasanya kan jam 11.30 WIB juga sudah selesai semua, kalau tadi ditungguin sampai pukul 13.00 WIB juga tetap enggak ada," ujar Jubir Tim Sukses Dadang Nasser-Deden R Rumaji, Dadan Hudaya saat dihubungi detikbandung melalui telepon, Minggu (31/10/2010).
Setiap akhir pekan atau liburan, Bandung seperti mengeluarkan magnet bagi pengunjung luar kota untuk kembali berwisata di Kota Kembang. Termasuk libur Lebaran nanti. Tidak saja distro atau tempat makanan yang ketiban rejeki, pihak pengelola hotel pun ikut sibuk melayani tingginya okupansi tamu. Para pengelola hotel di Bandung, Jawa Barat, kini berlomba-lomba menawarkan fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi tamu saat menikmati libur Lebaran bersama keluarga. Hotel Jayakarta, misalnya.
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas di Kabupaten Bandung melebihi jumlah sehingga harus dikembalikan. Kabupaten Bandung memiliki 61 Puskesmas, namun jatah BOK untuk 63 Puskesmas. “Besaran BOK tiap Puskesmas sebesar 18 juta/tahun untuk kegiatan preventif dan promotif. BOK bukan untuk pembelian obat-obatan maupun pengadaan barang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. H. Achmad Kustijadi, M. Epid, di Pemkab Bandung, Jumat (14/5).
Masyarakat Kota Bandung diimbau agar selalu waspada akibat cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini, karena berbagai macam penyakit seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), dan diare masih rentan terjadi. Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. Fetty Sugiharti DK, saat di temui ”PRLM” Selasa (11/5) mengatakan, saat ini kasus penyakit DBD, ISPA, dan Diare terus meningkat setiap bulannya. Dia mengatakan, pada bulan Januari tercatat 367 penderita, sedangkan Februari tercatat 574 penderita, dan 351 penderita pada bulan Maret. Selain DBD, jumlah kasus ISPA baik pneumonia maupun bukan pneumonia mengalami peningkatan yang cukup besar.
Pemerintah Hindia Belanda yang saat itu menguasai Jawa dan Nusantara, di bawah pimpinan Gubernur Jendral Herman Willem Daendles (1808-1811), mempunyai rencana membangun sebuah jalan yang membelah Pulau Jawa, menghubungkan Anyer di ujung barat dan Panarukan di ujung timur. Jalan ini, yang dikenal sebagai Jalan Raya Pos (Groote Postweg), membentang sepanjang kurang lebih 1000 kilometer. Pembuatan jalan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah hubungan antara daerah-daerah yang berdekatan serta dilalui jalan tersebut. Atas perintah Daedles inilah, sejak tanggal 25 Mei 1810 , ibu kota Kabupaten Bandung yang semula berada di Karapyak mengalami perpindahan, mendekati Jalan Raya Pos.
Kabupaten Bandung lahir melalui Piagam Sultan Agung Mataram, yaitu pada ping Songo tahun Alif bulan Muharam atau sama dengan hari sabtu tanggal 20 April tahun 1641 M, sebagai Bupati Pertama pada waktu itu adalah Tumenggung Wiraangunangun (1641-1681 M). dari bukti sejarah tersebut maka ditetapkan bahwa tanggal 20 April sebagai tanggal Hari Jadi Kabupaten Bandung. Jabatan Bupati kemudian di gantikan oleh Tumenggung Nyili salah seorang putranya. Namun Nyili tidak lama memegang jabatan tersebut karena mengikuti Sultan Banten. Jabatan Bupati kemudian di lanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya (Timbanganten) dari tahun 1681 -1704.
Bupati Bandung H. Obar Sobarna membuka “Gebyar Pariwisata” Kab. Bandung di Lapangan Upakarti Soreang, Minggu (18/4). Acara untuk lebih mempromosikan berbagai potensi wisata Kab. Bandung alam, kuliner, maupun kesenian. “Kab. Bandung memiliki banyak potensi wisata alam seperti Kec. Rancabali terdapat Kawah Putih, Situ Patengan, dan Rancaupas. Sedangkan di Kec. Ciwidey terdapat pertanian stroberi, kerajinan, rumah makan khas Sunda, dan lain-lain,” kata Obar.