Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat

Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat

Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat
Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat pada Kamis, 18 November 2018 bertempat di Ruang Rapat Ir. H. Arifin Yoesoef Lantai IV Diskominfo Jabar.

Kegiatan Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat tersebut digelar dalam rangka Optimalisasi Lembaga Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat sebagai salah satu ujung tombak pelaksanaan Diseminasi Informasi Program Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Kegiatan Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat mengangkat tema, “Aktualisasi Diseminasi Informasi dan Pemberantasan Hoax” dihadiri oleh unsur Diskominfo Kota/Kab se-Jawa Barat, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) se-Jawa Barat , dan unsur Kelompok Informasi Masyarakat(KIM) se-Jawa Barat.

Kegiatan Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat di buka oleh Kepala Diskominfo Jabar, Dr. Hening Widiatmoko,MA.

Dalam sambutanya, Kepala Diskominfo Jabar, berharap Kegiatan Rapat Koordinasi Komunitas Komunikasi dan Informasi Masyarakat se-Jawa Barat ini dapat menghasilkan penguatan sinergitas dan kolaborasi antara FK KIM dan RTIK dalam penangkalan hoax.

“Community empowerment hanya bisa terwujud ketika terdapat sinergitas antara peran pemerintah dan unsur masyarakat,” kata Hening Widiatmoko dalam sambutannya.

Menurut Hening sejak pasca reformasi, kanal informasi tidak lagi dikontrol oleh pemerintah. Akan tetapi, keran itu telah terbuka lebar bahkan informasi menjadi berlimpah.

“Sebagaimana diketahui sekarang kita sudah masuk era industri 4.0, oleh karenanya tidak ada jalan kembali kecuali dengan segera melakukan penyesuaian dalam memanfaatkan TIK,” terang Hening.

Perubahan pola komunikasi ini terjadi akibat dari pergeseran budaya. Di masa lalu kita hanya dapat mengakses informasi melalui koran tetapi hari ini secara real time semua kejadian di berbagai pelosok terupdate melalui media sosial.

Hening juga menambahkan bahwa fake news (hoaxs) atau berita yang dipalsukan itu terjadi karena pemahaman kita yang lemah terhadap fakta.

“Percepatan informasi ini harus diimbangi dengan meningkatkan kualitas filter informasi di masyarakat,” kata Hening.

Di akhir sambutannya, Hening Widiatmoko menyampaikan program Gubernur Jabar, yaitu untuk mewujudkan desa digital di Provinsi Jawa Barat.

“Tentu ini tidak mudah tetapi menjadi tantangan kita semua untuk bersinergi melakukan komunikasi dan berkolaborasi dalam mewujudkan impian bersama mewujudkan desa digital,” pungkas Hening. ***

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: