Permasalahan pengelolaan sampah menjadi persoalan serius di wilayah Desa Ciburial. Keterbatasan sarana dan prasarana penunjang kebersihan menjadi faktor utamanya. Bumdes Mitra Sejahtera Desa Ciburial yang merupakan lembaga pengemban amanah pengelolaan fasilitas umum, termasuk sampah di wilayah Desa Ciburial mempunyai visi: Mewujudkan Desa Ciburial Bersih dan Indah. Hal tersebut disampaikan secara luas dalam acara Launching dan Sosialisasi Program Bumdes Mitra Sejahtera di Gedung Serbaguna Desa Ciburial, Jumat 21 Februari 2014. “Mengelola sampah tidak mudah, perlu keterlibatan semua pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal sampah,” ujar Kepala Desa Ciburial, Imam Soetanto, S.E. saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan acara Launching dan Sosialisasi Program Bumdes Mitra Sejahtera 2014. Pada kesempatan itu pula, dilaksankan serah terima bantuan pinjaman aset armada pengangkut sampah berupa satu unit motor pengangkut sampah tiga roda dari Pemda Kabupaten Bandung kepada Bumdes Mitra Sejahtera. “Aset yang diserahkelolakan kepada Bumdes ini karena kami menilai Bumdes Ciburial telah memiliki kesiapan, baik dalam hal personil maupun manajemen dalam memanfaatkan armada pengangkut sampah ini,” ujar Camat Cimenyan, Asep Rahmadi. *** [DeMIT/CiGOS/AS]
Ketegori: Desa Ciburial
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Sejahtera Desa Ciburial targetkan pertengahan Maret 2014 kebutuhan air bersih dapat terpenuhi secara harian ke tiap Sambungan Rumah (SR). Hal tersebut disampaikan, Manajer Utama BUMDes Mitra Sejahtera, Mustika Fajar pada pertemuan antara BUMDes dengan warga Kampung Sekebuluh di Bale RW 04, Minggu, 16 Februari 2014. Sejak pertengahan Desember 2013, BUMDes Mitra Sejahtera telah melakukan pembenahan-pembenahan, baik administratif maupun teknis dalam hal pengelolaan air bersih Desa Ciburial. Selama dua bulan terakhir tersebut BUMDes Mitra Sejahtera telah menemukan dan mulai mengatasi titik-titik permasalahan pada pengelolaan air bersih Desa Ciburial. “Kami menargetkan, selambat-lambatnya pada pertengahan Maret 2014, kebutuhan air sudah dapat terpenuhi secara harian ke tiap-tiap Sambungan Rumah (SR),” jelas Manajer Utama BUMDes, Mustika Fajar. Fajar, menjelasakan salah satu kendala atau kesulitan yang dihadapi oleh BUMDes dalam menjalankan operasional pelayanan air bersih adalah sulitnya mendapatkan data-data, baik data-data teknis maupun data administratif. Hal tersebut, menjadi penghambat utama dalam mengoptimalkan pelayanan pemenuhan air bersih kepada masyarakat. “Kita tidak punya peta jalur distribusi air, bahkan data pelanggan air bersih pun masih belum final sampai saat ini,” ungkap Fajar. Pelaksanaan perbaikan teknis dan administrasi dilakukan oleh BUMDes secara simultan. BUMDes juga memprogramkan pendataan ulang pelanggan air bersih berupa penandatanganan kembali Surat Perjanjian Pelanggan Air Bersih. Warga Sekebuluh Desa Ciburial menyambut baik langkah-langkah yang telah dijalankan/dan akan dilaksanakan oleh BUMDes Mitra Sejahtera. “Sebelumnya kami kebingungan, jika air tidak ada atau tidak ngocor, harus dilaporkan kepada siapa. Sekarang dengan adanya pertemuan ini menjadi jelas, kami harus melapor kemana,” ungkap Ketua RW 04 Desa Ciburial, Kokom Komariah. *** [DeMIT/CiGOS/AS]
Pengelolaan sampah di wilayah Desa Ciburial terkendala tidak tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS). Hal tersebut mengemuka dalam diskusi pada pertemuan warga Kampung Lebaksiuh Desa Ciburial bersama BUMDes Ciburial, Sabtu 15 Februari 2014. Pertemuan rutin yang merupakan agenda kerja BUMDes Ciburial pada awal tahun 2014 ini dalam rangka menampung aspirasi pengembangan usaha ekonomi masyarakat sekaligus sosialisasi program kerja BUMDes Ciburial tahun 2014. “Permasalahan utama yang kita hadapi dalam pengelolaan sampah di wilayah Desa Ciburial adalah tidak adanya tempat penampungan sementara, sehingga pengelolaan sampah belum bisa optimal,” ungkap Direktur BUMDes, Wawan Gunawan. Sebelumnya, selama satu pekan, BUMDes Ciburial telah melaksanakan penanganan sampah yang menumpuk di bak sampah Kampung Lebaksiuh dengan cara dibersihkan dan dikemas kedalam kantong plastik kemudian diangkut dan dipindahkan ke tempat lain. “Awalnya fungsi bak sampah Lebaksiuh adalah sebagai tempat penampungan sementara, namun sampah yang terkumpul lama-kelamaan makin banyak tertumpuk dan terkendala karena tidak ada tempat penampungan sementara berikutnya, untuk memindahkan sampah yang telah penuh di bak sampah terebut,” ujar Ketua RW 01, Dadan Sunandar. Sampah rumah tangga di wilayah Kp. Lebaksiuh RW 01 pernah dikelola secara swadaya, namun karena ada beberapa kendala yang tidak dapat teratasi, diantaranya tidak adanya tempat penampungan sementara, pengelolaan sampah pun terhenti hingga sekarang. “Karena beberapa kendala yang tidak dapat teratasi, pengelolaan sampah di wilayah Kampung Lebaksiuh terhenti hingga sekarang,” ungkap Abas Rosadi, Ketua RT 05 RW 01. BUMDes Ciburial yang saat ini melaksanakan pengelolaan air bersih, persampahan, dan fasilitas umum di wilayah Desa Ciburial akan melaksankan berbagai upaya untuk mengatasi kendala-kendala yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di wilayah Desa Ciburial. Upaya-upaya tersebut diantaranya adalah dengan melakukan koordinasi dengan dinas dan instansi terkait di wilayah hukum Kabupaten Bandung. *** [DeMIT/CiGOS/AS]
Pada hari Minggu, 09 Februari 2014, BUMDes Mitra Sejahtera Desa Ciburial menggelar pertemuan kecil dengan beberapa warga Desa Ciburial, khususnya pelanggan air di wilayah RW 08 Kampung Pakar. Rencananya pertemuan-pertemuan seperti ini akan digelar secara rutin dan menjadi agenda rutin BUMDes Mitra Sejahtera bersama warga Desa Ciburial. Tempat pertemuan pun tidak melulu mesti di balai desa, bisa di rumah warga, di kantor BUMDes, atau bahkan di hutan dimana sumber air berada. Berikut ini catatan/notulensi/risalah pertemuan pertama, yang dilaksanakan di Balai Desa Ciburial pada hari Minggu, 09 Februari 2014: Direktur BUMDes (Wawan Gunawan): Per 1 Januari 2014 BUMDes Mitra Sejahtera mengakuisisi semua unit usaha milik Pemerintah Desa Ciburial yang sebelumnya dikelola secara terpisah-pisah. Unit-unit usaha tersebut, yaitu unit usaha air bersih, unit usaha pengelolaan sampah, dan unit usaha pengelolaan jalan desa. Pada kesempatan ini, sebagaimana kita ketahui, bahwa unit usaha air yang dikelola BUMDes Mitra Sejahtera telah mendapatkan pasokan sumber air baru, yaitu dari sumber mata air Bantar Awi yang melintasi Kampung Pakar RW 08. Terkait dengan hal tersebut, BUMDes mulai membenahi tertib administrasi kepelangganan air bersih, diantaranya peninjauan kembali klausul-klausul dalam perjanjian kepelangganan air. Langkah tersebut diawali dari para pelanggan air bersih di wilayah RW 08. Pasokan air dari sumber mata air Bantar Awi yang melintasi wilayah RW 08 ini, selain akan melayani kebutuhan air bersih di wilayah RW 08, juga akan memasok kebutuhan air di wilayah Desa Ciburial lainnya, diantaranya RW 07, RW 12, RW 04, RW 05, dan RW 06. Saat ini, dari penyambungan sumber air baru tersebut, telah terpasang sebanyak 30 Saluran Rumah (SR) di wilayah RW 08. Dan pembenahan, baik teknis maupun administratif akan dilaksanakan secara bertahap. Tahap awal ini kita benahi perjanjian kepelangganan air dan pemasangan water meter bagi pelanggan air yang belum dipasangi water meter. Masih banyak potensi sumber air di wilayah Desa Ciburial […]
Kelompok Masyarakat Informasi (KMI) Desa Ciburial bersama Relawan TIK Desa Ciburial dan para relawan Desa Melek IT (DeMIT) siap menyelenggarakan nonton bareng (nobar) serentak #TrilogiLinimassa di Balai Desa Ciburial, Sabtu, 1 Februari 2014. Nobar serentak #TrilogiLinimassa di Balai Desa Ciburial ini akan dimulai pada pukul 19.30 WIB s.d. selesai. Kegiatan Nobar serentak #TrilogiLinimassa ini merupakan undangan dari ICT Watch dan akan di gelar di berbagai daerah di seluruh Indonesia secara serentak pada 1 Februari 2014. Film yang akan di-nobar-kan ada 3 pilihan, yaitu Linimassa 1, Linimassa 2 atau Linimassa 3. Adapun film pendek Terpenjara di Udara akan diputar untuk mengawali nobar tersebut. Nobar serentak #TrilogiLinimassa di Desa Ciburial ini gratis dan semua kalangan masyarakat di Desa Ciburial bisa menghadiri acara nobar tersebut. Penyelenggara sendiri telah mengumumkan acara nobar ini ke segenap masyarakat di Desa Ciburial. Jika ingin berbagi informasi melalui twitter saat nobar serentak tersebut, gunakan hashtag #TrilogiLinimassa dan boleh di-mention ke @internetsehat. Sebagai kenang-kenangan, ICT Watch akan mengirimkan merchandise Internet Sehat kepada sejumlah tweeps yang beruntung. Mari nobar #TrilogiLinimassa (dan Terpenjara di Udara), lalu siapkan diri menjadi Gerilyawan Informasi!
“Kebun adalah tempat sampah kami. Kami mengolah sampah dengan cara membuang dan membakarnya di kebun atau pekarangan rumah. Dari dulu seperti itu, sampah tidak menjadi masalah. Sekarang menjadi masalah setelah ada plastik,” pernyataan senada itu kerap muncul dari masyarakat di Desa Ciburial Kec. Cimenyan Kab. Bandung. Pernyataan itu melukiskan sedang terjadi perubahan penting dalam kehidupan keseharian masyarakat di Desa Ciburial, utamanya dalam soal persampahan. Masyarakat merupakan penghasil sampah, karena itu masyarakat merupakan aktor utama dalam pengelolaan sampah, yang perlu diberdayakan agar mampu melakukan berbagai upaya penanganan sampah untuk lingkungannya sendiri. Membangun kemandirian masyarakat ini dilakukan melalui pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat. Hal tersebut menjadi pendorong dan sumber motivasi BUMDes Mitra Sejahtera Desa Ciburial untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Ciburial. Untuk melaksanakan kegiatan dimaksud BUMDes Mitra Sejahtera Desa Ciburial membutuhkan sarana penunjang, diantaran sebagai berikut: Lahan seluas 200 meter persegi, armada sampah (yang terdiri dari motor tiga roda dan mobil angkut sampah), dan Container penampungan sampah.
Pemerintah Desa Ciburial pada tahun 2013 mendistribusikan bantuan rehab rumah kepada 10 kepala keluarga di Desa Ciburial. Distribusi bantuan rehab rumah tersebut dilaksanakan sebanyak 2 tahap. Masing-masing per tahap sebanyak 5 unit rumah tidak layak huni. Program tersebut merupakan program rutin tahunan melalui pendanaan Belanja Publik bidang pengentasan kemiskinan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013. Hadir dalam distribusi bantuan tersebut para penerima manfaat, ketua RW dan Ketua RT lokasi penerima manfaat. Besaran bantuan per 1 unit rumah adalah sebesar Rp.4 juta. Besaran bantuan memang tidak besar atau jauh dari mencukupi untuk kebutuhan rehab 1 unit rumah. Akan tetapi, diharapkan bantuan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para penerima manfaat untuk melaksanakan perehaban rumah, khususnya untuk rumah yang tidak layak huni. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Desa Ciburial, Asep Rahmat, saat menyampaikan sambutan pada acara distribusi bantuan rehab rumah tidak layak huni tahap kedua di Balai Desa Ciburial, Senin 30 Desember 2013. “Besar bantuan tidak besar, namun diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melakukan rehab rumah,” katanya. [AS | DeMIT]
Hari minggu pukul 07.00 WIB (29/12/2013) tim kecil dari BUMDes Mitra Sejahtera yang terdiri dari lima orang berangkat menuju kawasan hutan Sekegede. Tim kecil ini bermaksud melihat secara langsung kondisi jaringan transmisi Air Bersih Desa Ciburial di kawasan tersebut. Hutan Sekegede sendiri berjarak 6 Kilometer dari Kantor Desa Ciburial. Tiba di lokasi transit di kawasan Kampung Ciharegem Puncak, tim BUMdes mendapat bantuan tambahan dua orang tenaga lapangan. Sehingga tim yang turun ke hutan Sekegede menjadi 7 orang. Setelah mempersiapkan segala keperluan untuk turun ke hutan, tim pun masuk ke kawasan hutan Sekegede pada pukul 08.00 WIB. Tim BUMDes melakukan penelusuran jalur pipa transmisi Air Bersih Desa Ciburial. Selain melihat kondisi langsung kondisi jaringan air, tim juga melakukan peninjauan terhadap titik-titik sumber air yang ada di kawasan hutan Sekegede. Di kawasan Sekegede jaringan pipa air bersih Desa Ciburial memiliki variasi kondisi, baik dari segi jenis pipa, tingkat kerawanan gangguan, maupun kondisi geografis alamnya. Sepeti jaringan pipa dengan jenis pipa galvanis tingkat keamanan gangguan kerusakannya lebih rendah di banding jaringan pipa yang berbahan PVC. Bentuk gangguan jaringan yang tercatat dari hasil peninjauan lokasi diantaranya adalah pipa terbawa longsor, pipa terkena longsoran batu, dan pencurian pipa. Adapun gangguan penyumbatan sebenarnya bisa diatasi dengan pemeliharaan kondisi jaringan yang terjadwal rutin. Hasil dari peninjauan lokasi jaringan air bersih Desa Ciburial di kawasan Sekegede tersebut selanjutnya dikompilasi oleh tim BUMDes untuk dilaporkan kepada Kepala Desa Ciburial dan BPD Ciburial untuk ditindaklanjuti menjadi program kegiatan BUMDes di tahun 2014. [AS|DeMIT]
Program Pemantapan Lembaga dan Penguatan Pembangunan Perdesaan (P4) di Desa Ciburial kembali dilaksanakan pada tahun 2013 ini. Program P4 sendiri terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu Kegiatan Infrastruktur Desa dan kegiatan Pemantapan Lembaga Desa. Untuk kegiatan Infrastruktur Desa melalui Program P4 Tahun 2013 di Desa Ciburial jumlah bantuan yang diterima adalah sebesar Rp.212.500.000,-. Pendanaan pelaksanaan kegiatan P4 juga akan didukung dana dari hasil swadaya dan partisipasi dari masyarkat. Kegiatan Infrastruktur pada Program P4 Desa Ciburial tahun ini terdiri dari kegiatan lanjutan pembangunan GSG Desa Ciburial, pengaspalan jalan, pembangunan MCK, dan perbaikan saluran air. Kegiatan-kegiatan P4 Tahun 2013 terinci sebagai berikut: 1. Pembangunan Gedung Serbaguna Kantor Desa Ciburial (lanjutan) sebesar Rp.115.000.000,- 2. Pengaspalan Jalan Desa RW 10 sebesar Rp.40.000.000,- 3. Pembangunan MCK RW 09 sebesar Rp.10.000.000,- 4. Pembangunan MCK RW 10 sebesar Rp.10.000.000,- 5. Pembuatan TPT RT 03 RW 06 sebesar Rp.20.000.000,- 6. Perbaikan Saluran Air Bersih RW 06 Rp.10.000.000,- 7. Perbaikan Saluran Air Bersih RW 04 sebesar Rp.7.500.000,- Program P4 ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian peningkatan jumlah dan kualitas pembangunan perdesaan di Desa Ciburial melalui peran aktif masyarakat dengan mendayagunakan sumberdaya lokal secara berkesinambungan. Sampai tulisan ini diturunkan, pelaksanaan kegiatan P4 baru mencapai tahap 50 persen. ***