Warga Desa Ciburial menggelar Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-68 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2013. Upacara digelar di Lapangan Balai Desa Ciburial Kec. Cimenyan Kab. Bandung Jawa Barat. Ratusan warga Desa Ciburial memadati Lapangan Balai Desa Ciburial. Para ketua RW, ketua RT, kepala sekolah, guru, dan tokoh masyarakat se-Desa Ciburial turut hadir pada upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut. Bertindak sebagai inspektur upacara Imam Soetanto (Kepala Desa Ciburial). Sementara yang bertindak selaku Komandan Upacara yaitu Babinsa Desa Ciburial. Adapun petugas pengibar bendera pada upacara kali ini adalah Paskibra dai SMP PGRI Dago Pakar. Dalam amanatnya Kepala Desa Ciburial menyampaikan ajakan untuk senantiasa menjaga stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hal tersebut sesuai dengan tema Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013. ***
Ketegori: Desa Ciburial
Di Komunitas Hong bermain bukan hanya perkara kebersamaan. Mengenal dan mengerti makna setiap permainan adalah wajib hukumnya. Alam menjadi teman dan kreativitas pun menjadi tujuan. Tak mudah melestarikan yang sudah ada. Selain soal pendanaan ada kendala yang tak kalah rumit, sebab tak sedikit pula anak yang pergi setelah terlibat beberapa waktu di Komunita Hong. Biasanya semakin dewasa usia kian kuat pula keinginan si anak untuk meninggalkan permainan tradisional. Itulah sebabanya anggota Komunitas Hong tak pernah jenuh mengajak warga untuk memainkan lagi berbagai permainan tradisional. Terkadang Komunitas Hong mendatangi berbagai lokasi keramaian, demi sekadar mengenalkan kembali aneka permainan masa silam. Komunitas Hong percaya hanya dengan cara itulah permainan tradisional akan kembali dikenal dan tak akan punah. Komunitas Hong tak ingin keriangan dan kebersamaan khas anak-anak harus tergantikan dengan perkelahian dan persaingan di balik monitor warung-warung game online atau internet. ***
Zaman memang telah menelan permainan tradisional. Tapi Zaini Alif tak mau kompromi. Dari Bandung, Jawa Barat lelaki ini melepaskan keresahananya. Zaini ingin kembali menghidupkan berbagai permainan tradisional Indonesia. Berbagai penelitian dan riset pun dilakukan, mencoba mengurai satu demi satu bentuk mainan atau permainan. Hasilnya, zaini mendapatkan 250 jenis permainan anak-anak, itu pun baru sebatas daerah Jawa Barat. Sedangkan dari Sabang sampai Merauke, Zaini mengumpulkan sekitar 800 jenis permainan. Hong adalah salah satu diantara ratusan permainan yang ditemukan Zaini. Kata Hong diambil dari teriakan anak-anak saat bermain petak umpet yang berarti ketemu kembali. Itulah yang belakangan disematkan menjadi nama komunitas permainan anak-anak yang Zaini bentuk sejak 2005. Upaya Zaini tak sia-sia, banyak anak yang senang. Orang tua tak lagi khawatir anak mereka terjebak dalam aksi individual permainan online dan gadget mutakhir. Saat ini, ada sekitar 50 anak yang bermain di Komunitas Hong. Bukan hanya bermain, mereka juga berusaha melestarikan kembali sesuatu yang nyaris punah di negeri ini. *** Bersambung ke Bagian 3.
Kemana perginya mainanku … Mobil-mobilan dari kulit jeruk … Kuda-kudaan dari pelepah pisang .. Entah kemana perginya …. Kegelisahan Iwan Fals dalam tembang berjudul Lagu Enam di atas adalah kerisauan banyak orang. Kegalauan yang muncul lantaran potret masa kecil mereka tidak lagi mudah dijumpai pada masa sekarang. Kini sulit menemukan permainan atau tempat bermain anak-anak. Terlebih di kota-kota besar, sebab taman kota atau tanah lapang telah berubah fungsi atas nama pembangunan. Anak-anak saat ini telah terbiasa asyik sendiri. Kebersamaan yang lahir begitu semu, sebab keriangan dan segala jenis keceriaan khas para bocah telah tersekat layar-layar monitor dalam permainan online. Jangan bermimpi melihat mereka larut dalam permainan tradisional. Jangan takjub pula menyaksikan mereka kuat berjam-jam duduk di warung internet atau kedai playstation yang menjamur di berbagi pusat pertokoan dan perumahan. Bagi Komunitas Sahabat Kota, ketekunan anak dalam dunia online amat beresiko kejiwaan. Tak sedikit yang depresi lantaran tak adanya tempat bermain yang aman dan nyaman.  *** Bersambung ke bagian 2 .
Komunitas pemerhati dan penggerak tumbuh kembang anak-anak dalam konteks lingkungan kota, Sahabat Kota menggelar program liburan “Riung Gunung†2-7 Juli 2013. Program liburan “Riung Gunung†mengajak anak-anak untuk menyelami kota beserta cerita di dalamnya; lalu mewujudkan ide kota mereka dalam bentuk karya instalasi. “Gagasan anak-anak, sebagai generasi penerus bangsa seringkali masih kurang didengar, padahal mereka adalah pelaku pembangunan masa depan, kami mengajar mereka membuat perencanaan Kota Idaman Bandung tahun 2035,” kata Koordinator Sahabat Kota Kandi Sekarwulan di Bandung, Kamis (4 Juli 2013). Menurut Kandi, perlu ada implementasi untuk menampilkan suara warga kota yang dalam perencanaan kota masih jarang bagi anak-anak. “Generasi kita 20-30 tahun kedepan itu anak-anak. Dan mereka harus mengenal, siap dan sadar untuk menjadi agen perubahan bagi kotanya,” kata Kandi. Kandi menambahkan, hal tersebut akan mereka implementasikan dengan kegiatan liburan enam hari yang dirancang oleh Sahabat Kota mulai 2-7 Juli 2013. Kegiatan itu diselenggarakan Sahabat Kota, bekerja sama dengan Selasar Sunaryo Art Space dan BCCF (Bandung Creative City Forum) meliputi kegiatan jelajah dan workshop yang diakhiri dengan pertunjukan dan pameran miniatur Kota Bandung impian anak. “Nanti anak-anak akan diajak untuk menjelajahi sudut-sudut kota dan mencatat peristiwa di baliknya untuk menanamkan kepekaan mereka terhadap isu perkotaan,” ucap Kandi. Selain itu kita akan mengajak anak-anak untuk bermimpi dan membuat visi tentang kotanya untuk dibuat menjadi sebuah miniatur kota. Kami akan mengajak anak-anak untuk bermimpi dan membuat visi yang kemudian direalisasikan dalam miniatur kota impian mereka di tahun 2035. Kandi menjelaskan, anak-anak akan mempersentasikan kotanya dan mereka diproyeksikan sebagai para pemimpin bagi kotanya dalam pameran. Sebelumnya anak-anak tersebut akan menginap di Desa Wisata Ciburial untuk memperkenalkan kehidupan di desa yang masih alami. Kegiatan yang bertajuk Riung Gunung : Mari Reka Kota, Kota Impian Anak-anak tersebut merupakan salah satu program yang dapat mengisi liburan dengan berbagai kegiatan seru yang edukatif. Kandi berharap […]
Desa Ciburial, CDI — Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1434 Hijriah, Karang Taruna Padu Selaras Desa Ciburial gelar acara pawai obor. Pawai obor menyambut bulan suci ramadhan ini dilaksanakan Jum’at (05 Juli 2013). Start Pawai obor akan dilaksanakan di area Resort Dago Pakar (depan Cafe Stone) mulai pukul 18.30 WIB dan Finish di Balai Desa Ciburial. Jarak waktu tempuh, berdasarkan rute yang dilalui, pawai obor tersebut diperkirakan sekitar 40 menit. Adapaun rute pawai obor tersebut adalah sepanjang kurang lebih tiga Kilometer. Pawai obor akan melewati rute Jalan Ciburial dari Resort Dago Pakar (depan Stone Cafe) menuju finish di Balai Desa Ciburial. [AS/DeMIT]
Persiapan pelantikan Kepala Desa Ciburial periode 2013-2019 Imam Soetanto, S.E. pada tanggal 27 Juni 2013, kini sudah 99 persen. Sisa sekitar 1 persen lagi, yaitu pemasangan sound system yang baru dilakukan pada pagi hari H-0 nanti. Cukup banyaknya undangan yang disebar, sebab Kepala Desa mengharapkan seluruh perwakilan masyarakat Desa Ciburial diundang. Namun karena kapasitas Balai Desa Ciburial terbatas dan hanya bisa memuat sekitar 50-an orang, maka pihak Pemdes Ciburial akan menggunakan Gedung Serbaguna (GSG) Desa Ciburial yang masih belum selesai untuk menampung tamu undangan sekitar 500 orang. Tahapan persiapan pelantikan sudah matang, dan BPD Ciburial juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Cimenyan, Kapolsek Cimenyan, dan seluruh stakeholder terkait. Para tamu undangan yang akan hadir pada pelantikan tersebut adalah perwakilan dan tokoh masyarakat Desa Ciburial, para Kepala Desa se-Kecamatan Cimenyan, para Ketua TP. PKK se-Kecamatan Cimenyan, para Ketua LPMD/LPM se-Kecamatan Cimenyan, juga pimpinan BPD se-Kecamatan Cimenyan. Untuk kegiatan Parade dan Atraksi Seni warga Desa Ciburial yang bertanggungjawab adalah Kepala Desa Ciburial dan dikoordinasikan oleh Karang Taruna Padu Selaras Desa Ciburial. Untuk proses pelantikan akan memakan waktu sekitar satu setengah jam. Selanjutnya dilanjutkan dengan acara Parade dan Atraksi Seni Warga Desa Ciburial.
Gedung Serbaguna (GSG) Desa Ciburial mulai disiapkan menjelang pelantikan Kepala Desa Ciburial periode 2013-2019 sejak Senin 24 Juni 2013. GSG Desa Ciburial yang masih dalam proses pengerjaan tersebut dipasangi tenda, backround warna putih, dan atribut acara pelantikan lainnya. Hingga Rabu (26 Juni 2013) pukul 23.30 WIB persiapan masih terus dilakukan. Menurut keterangan dari penyelenggara, Kamis (27 Juni 2013) GSG Ciburial yang berada di balai Desa Ciburial tersebut sudah siap untuk pelaksanaan acara pelantikan Kepala Desa Ciurial periode 2013-2019. Berdasarkan keterangan dari Sekretariat BPD Ciburial Rapat Paripurna BPD Pelantikan Kepala Desa Ciburial masa jabatan 2013-2019 akan dimulai pada pukul 10.00 WIB. Di dalam undangan yang telah disebar acara dimulai pukul 09.00 WIB karena akan diawali dengan berbagai pentas kesenian dari warga Desa Ciburial. Acara parade dan atraksi seni warga Desa Ciburial akan mengikuti setelah pelantikan dan pengangkatan sumpah/janji Kepala Desa.
Imam Soetanto, S.E. (32 Tahun) Calon petahana (incumbent), Imam Soetanto,S.E., menang telak dari dua calon non petahana pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ciburial 2013, Minggu (16/06/2013). Pada Pilkades Ciburial 2013 ini ada tiga calon kepala desa, yakni Atang (Calon No.1), Imam Soetanto, S.E. (Calon No.2), dan Yana Sopiana, S.E. (Calon No.3) Pemungutan suara pada Pilkades Ciburial 2013 ini dilakukan di sebanyak 20 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di wilayah Desa Ciburial. Pemungutan suara serempak di mulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.00 WIB. Preses rekapitulasi suara dari tiap-tiap TPS dimulai pukul 15.00 WIB dan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Hasil dari rekapitulasi penghitungan suara, tercatat sebanyak 984 suara (14,60 %) untuk Calon No.1, sebanyak 4.606 suara (68,36 %) untuk Calon No.2, sebanyak 1.068 suara (15,85 %) untuk Calon No.3, dan sebanyak 80 suara (1,19 %) tidak sah. Dari 8.453 Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pilkades Ciburial 2013, sebanyak 6.738 (78,90%) pemilih hadir memberikan suara melalui pencoblosan di TPS. [AS | DeMIT]