Wiraswasta baru melalui santripreneur nyatanya lebih efisien

PertanyaanKatagori: PertanyaanWiraswasta baru melalui santripreneur nyatanya lebih efisien
yodi asked 4 minggu ago

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah serta Bermacam Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, terus berusaha menolong Industri Kecil Menengah (IKM) supaya bisnisnya terus berkembang. Tetapi, Gati memandang, santripreneur paling efisien cetak wiraswasta baru. “Ini sebab, santri terlatih disiplin serta ikuti apa yang di ajarkan oleh kiainya,” tutur Gati pada wartawan di acara Rakor IKM di Kota Bandung, Selasa (6/8).
Gati menerangkan, santripreneur banyak yang sukses sebab menjadi wiraswasta baru yang penting itu mental. Dengan pembentukan disiplin mental itu, maka membuat wiraswasta jadi lebih kuat.
“Karena itu jika ingin wiraswasta baru melalui santripreneur nyatanya lebih efisien,” tutur ia. Oleh karenanya, katanya, dari tahun ke tahun jumlahnya santripreneur terus naik. Faksinya juga, akan menolong memberi pertolongan mesin perlengkapan Roti di Tarogong Garut. Diluar itu, program peningkatan santripreneur akan digabungkan dengan program Pemprov Jawa barat. Sebab, nyatanya budget dari propinsi untuk pemberdayaan Santripreneur ini lumayan besar sampai Rp 100 miliar.
“Kami akan pengaturan agar tidak over lap sama rekan-rekan propinsi. Kan jika kami fokusnya ke Pontren yang telah punyai unit produksi,” tuturnya.
Oleh karenanya, faksinya mengadakan pertemuan dengan kepala dinas perdagangan di semua kabupaten/kota se Jawa barat untuk menyinergikan di antara program nama bayi 3 kata pusat serta wilayah. Sebab, sampai kini pusat cuma jalinan dengan propinsi sendiri saja. “Selanjutnya kami punyai jalinan dengan direktorat jenderal industri serta menengah sama DAK sendiri. Nah saat ini saya kumpulin semua agar apa yang dikerjakan untuk provinisi didapati oleh kabupaten kota atau sebaliknya,” tuturnya.
Peserta rapat pengaturan (Rakor) ini, katanya, ialah kepala dinas se Jawa barat. Jadi, kelak akan dibikin program seperti Santripreneur ini di semua propinsi. “Tetapi kan saatnya tidak bisa semua propinsi langsung jadi konsentrasi dahulu ke Jawa barat,” tuturnya. Propinsi Jawa barat, katanya, diambil oleh pusat untuk peningkatan Santripreneur ini sebab memang industri banyak di Jawa barat. Fakta ke-2, dari kapasitas dinas propinsi Jawa barat serta kepala dinas kota/kabupaten kapasitasnya bagus.
“Jadi kami membuat programnya dari bawah. Sebab yang mengetahui yang diperlukan oleh rekan-rekan industri kecil serta menengah ini ialah rekan teman kepala dinas kabupaten serta kota . Jadi kita membuat program gak ngrang ngarang,” tuturnya. Sesaat menurut Asda Propinsi Jawa barat Bagian Perekonomian, Edi Nasution, pusat memandang program one pesantren one produk (OPOP) benar-benar sesuai pusat. Sebab, program ini dapat mendayakan warga yang ada di desa. “Ya kita harus punyai OPOP. Kita tinggal menyinergikan saja dengan pusat. Saat ini dalam rencana koordinasikan program one pasantren one produk kan,” tuturnya.