Perkembangan produk inovatif khususnya untuk kuliner

PertanyaanKatagori: PertanyaanPerkembangan produk inovatif khususnya untuk kuliner
jania asked 1 bulan ago

Produk financial technology (fintech) Tunaiku akan jadi besar penetrasi pasar ke daerah Bandung raya, mengarah pembiayaan produktif. Sasaran itu bersamaan tingginya jumlahnya aktor usaha di lokasi ini.
Managing Director Tunaiku Vishal Tulsian menjelaskan, Bandung jadi sasaran Tunaiku lihat tingginya kekuatan pendistribusian pembiayaan di lokasi ini. Bandung adalah kota paling besar ke empat Indonesia, dengan perkembangan produk inovatif khususnya untuk kuliner, fesyen, serta tujuan wisata yang terus berkembang.
“Bandung jadi kota metropolitan paling besar ke-3 di Indonesia ini adalah motor perkembangan ekonomi Indonesia. Masyarakat di lokasi ini lumayan besar dengan didukung Streaming Football Today jumlahnya aktor usaha yang terus berkembang

Menurutnya, Tunaiku sampai kini sudah mendapatkan tanggapan positif dari warga Bandung. Sampai sekarang, pendistribusian pembiayaan di Bandung sudah sampai Rp20 miliar. Rasio credit macet atau non performing loan (NPL) dapat didesak di bawah memastikan OJK sebesar 5%.
“Sampai kini, hampir 70% pembiayaan dipakai untuk kebutuhan produktif. Kami mengharap kedatangan kami bisa turut menggerakkan perkembangan ekonomi di Bandung, dengan tumbuhnya wiraswasta wirausaha baru serta menjawab keperluan warga Bandung,” papar ia.
Tunaiku dibawah Bank Amar yang ada semenjak 2014 serta sudah layani nasabah lebih dari 300.000 orang. Ke depan, faksinya mengharap Tunaiku bisa jadi fasilitas yang pas untuk turut menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru atau yang telah mengawali tapi ingin berkembang semakin besar.
Pada umumnya, katanya, Tunaiku sudah mengalirkan utang sebesar lebih dari Rp2 triliun serta didownload lebih dari 2,5 juta kali. Tunaiku tawarkan periode waktu utang yang lebih panjang dibanding fintech yang lain. “Plafon utang kami dapat sampai Rp20 juta,” pungkas ia.
Walau bagaimanapun, hasil analisa serta interviu yang dllakukan oleh Team Analisa Tunaiku, beberapa nasabah mungkin di Bandung nyatanya memiliki kecemasan berkaitan utang online. “Mereka cemas tidak dapat membayar keharusan untuk angsuran utang serta merasakan tidak aman berkaitan ketentuan serta ketetapan yang berlaku,” papar Adela, Team Analisa Tunalku.
Tetapi, ia menjelaskan, Tunaiku menjawab kekhawahran ini dengan kriteria yang gampang serta angsuran yang mudah sesuai potensi nasabah. Dengan demikian, harapannya tidak ada nasabah yang terbebani oleh cicilan pada fintech.