Wisata Perdesaan Akan Dikembangkan

Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Dispopar) Kab. Bandung berencana mengembangkan wisata perdesaan di Kec. Rancabali, Ciwidey, Pangalengan, dan Pasirjambu.

Desa-desa di daerah tersebut memiliki potensi di sektor pertanian, industri kerajinan, kesenian, budaya, dan potensi lainnya. Ketika wisata mulai berkembang, sektor perdagangan, hotel, dan restoran juga akan ikut berkembang, kata Kepala Dispopar Kab. Bandung, Diar Irwana, Jumat (19/3).

Desa-desa wisata yang akan dikembangkan adalah Desa Alamendah dan Desa Patengan (Rancabali), Desa Sugihmukti dan Desa Cukanggenteng (Pasirjambu), Desa Panundaan dan Desa Lebakmuncang (Ciwidey), dan Desa Lamajang (Pangalengan). Desa-desa itu memililki potensi alam, budaya, kerajinan khas, agrowisata, dan peternakan.

Sementara itu, untuk promosi wisata dan menyambut hari jadi ke-369 Kab. Bandung, Dispopar Kab. Bandung akan mengadakan ”Gebyar Wisata”. Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut akan digelar Minggu (18/4) di Lapangan Upakarti Soreang. Acara diisi festival hotel dan restoran, objek tujuan wisata, kuliner, cendera mata, festival ayam pelung, dan festival olah raga tradisional. Kesenian tradisional juga akan ditampilkan, seperti  kecapi suling, karinding, calung.

Selain itu, kata Diar, Dispopar juga akan berupaya mengembangkan sarana olah raga berbasis masyarakat di setiap kecamatan di Kab. Bandung. Selain untuk berolah raga, sarana tersebut juga bisa digunakan sebagai ruang terbuka untuk umum.

Menurut Diar, saat ini hampir semua kecamatan di Kab. Bandung masih belum memiliki fasilitas dan sarana olah raga berbasis masyarakat tersebut. Kalaupun ada, pemiliknya swasta dan tidak semua warga bisa mengaksesnya secara gratis, misalnya lapangan futsal dan lapangan bulu tangkis.

Diar mencontohkan, sarana olah raga berbasis masyarakat itu bisa difungsikan ganda seperti di Alun-alun Kec. Banjaran dan Majalaya yang dilengkapi jogging track, lapangan bulu tangkis, sepak bola, dan semacamnya. Sekarang kami sedang melakukan pemetaan dan mematangkan perencanaan. Sementara pembangunan fisiknya direncanakan dilakukan tahun 2011.

Selain infrastruktur, Diar mengatakan, sarana olah raga tersebut seharusnya dilengkapi dengan fasilitator dari kalangan pendidik. Bisa dari guru olah raga di sekolah-sekolah, atau dari tenaga masyarakat yang disewa, ucap Diar. Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk menggali bakat atau potensi atlet olah raga hingga pelosok desa.

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Senin 22 Maret 2010

2 pemikiran di “Wisata Perdesaan Akan Dikembangkan”

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *