Sekilas Tahura Ir. H. Djuanda 8


Letak dan Luas Tahura Ir. H. Djuanda

Berdasarkan Hasil Rekonstruksi Tata Batas Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda pada tahun 2003 Iuasnya adalah 527,03 ha. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda secara administrasi pemerintahan berada di wilayah Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan dan sebagian masuk wilayah Desa Mekarwangi, Desa Langensari dan Desa Cibodas Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung serta Kelurahan Dago Kecamatan Coblong Kota Bandung.

Status Kawasan Hutan Tahura Ir. H. Djuanda

Status Kawasan Hutan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dulunya merupakan sebagian areal dan Kelompok Hutan Lindung Gunung Pulosari karena kekhasan bentang alam spesifiknya, maka dirubah fungsinya menjadi Taman Wisata Curug Dago dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 575/ Kpts/Um/8/1980. Pada kurun waktu tahun 1980 hingga tahun 1984 atas dasar prakarsa dan Sesepuh Jawa Barat diantaranya Bapak Mashudi serta hasil kajian teknis pakar Iingkungan dari ITS dan UNPAD dan dukungan pemerintah terkait pada waktu itu:

Gubernur Jawa Barat          : Aang Kunaefi
Menteri Kehutanan            : Soedjarwo
Menteri Lingkungan Hidup  : Emil Salim
JaksaAgung                      : Ismail Saleh

Mengusulkan agar fungsi kawasan hutan TWA Curug Dago ditingkatkan sebagai Taman Hutan Raya Ir H Djuanda dalam upaya untuk menghargai dan mengabadikan Pahlawan Nasional dari Tatar Snda yang diharapkan  jiwa dan semangat nasionalismenya akan menjadi suritauladan untuk genenasi yang akan datang. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 3 Tahun 1985 dan peresmiannya dilakukan pada tanggal 14 Januari 1985 bertepatan dengan kelahiran Bapak Ir. H. Djuanda, maka kawasan hutan TWA. Curug Dago secara resmi dirubah fungsinya menjadi Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

Tofografi Tahura Ir. H. Djuanda

Pada umumnya kondisi lapangan miring, dengan kelerengan (slope) agak curam sampai dengan terjal, dengan ketinggian ± 770 m dpl sampai dengan ± 1350 m di atas  permukaan laut.

Jenis Tanah Tahura Ir. H. Djuanda

Unsur tanah yang terkandung di areal Taman Hutaan Raya Ir. H. Djuanda didominasi andosol, sebagian kecil gramosol yang peka terhadap erosi.

Iklim Tahura Ir. H. Djuanda

Iklim menurut klasifikasi Schmidt Ferguson termasuk Type B. kelembaban nisbi udara berkisar antara 70% (siang hari) dan 9º% (malam dan pagi hari). suhu berkisar antara 220C – 240C (di Iemhah) dan berkisar 180C – 220C (di puncak). Curah hujan rata-rata pertahun 2.500 – 4.500 mm/tahun

Flora Tahura Ir. H. Djuanda

Komplek Hutan di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan hutan alam sekunder dan hutan tanaman yang mempunyai potensi flora terdiri dari tumbuhan tinggi dan tumbuhan rendah, untuk tumbuhan tinggi didominasi jenis pinus (Pinus merkusii) sedangkan untuk tumbuhan rendah didominasi oleh lumut & pakis sehingga berfungsi sebagai laboratonium alam (arboretum). Hutan Tanaman mulai dikembangkan tahun 1950-an namun karena tumbuh pada lahan berbatu diameternya relatif kecil dan pada tahun 1963 ditanam jenis tumbuhan kayu asing berasal dari Iuar daerah dan luar negeri dilahan seluas 30 Ha yang terletak sekitar Plaza dan Gua Jepang.

Hutan dikawasan ini merupakan vegetasi campuran yang terdiri dari 2.500 pohon termasuk pada 40 famili dan 112 spesies. Areal 30 ha ditanamii dengan pohon-pohon yang berasal dan luar negeri seperti sosis (Kegelia aethiopica) yang berasal dan Afrika, Jacaranda filicifolia yang berasal dan Amerika Selatan Mahoni Uganda (Khaya anthotheca) berasal dan Afrika, Pinus Meksiko (Pinus montecumae), Cengal Pasir (Hopea odorata) dari Burma, Cedar Hodura (Cadrela mexicum M Roam) dan Amerika Tengah.

Selain berasal dan luar negeri juga terdapat banyak koleksi flora yang berasal dari dalam negeri seperti Cemara Sumatera (Casuarina sumatrana), Bayur Sulawesi (Pterospermum celebicum), Ampupu atau Kayu Putih (Eucalyptus alba), Mangga (Mangifera indica) dan Jawa, Ki Bima (Podocarpusblume) dan sebagainya.

Fauna Tahura Ir. H. Djuanda

Berdasarkan hasil inventarisasi yang telah dilakukan pada tahun 2003 yaitu Inventarisasi Primata dan Burung, maka jenis Fauna yang dapat ditemui yaitu jenis primata: Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan jenis burung :

Burung Kacamata (Zoeterops palpebrosus), Perenjak Jawa (Prinia flaviventris), Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides), Burung Cinenen Pisang (Orthotomus sutorius), Kepodang (Oriolus chinensis), Kutilang (Plenonotus caferaurigaster). Juga terdapat Ayam Hutan (Galus-galus banriva), Musang (Paradoxurus hermaproditus), Sero/Linsang Air (Amblonix Cinerea), Tupai (Collosciurus notatus), dan berbagai jenis mamalia kecil Iainnya. Kemudian terdapat jenis Insecta yaitu capung dan kupu-kupu. ***

Sumber: Dinas Kehutanan Prov. Jawa Barat

Informasi Terkait:


Tentang Desa Ciburial

Desa Ciburial merupakan salah satu desa di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Desa ini merupakan desa yang berada paling utara di Kabupaten Bandung. Berbatasan langsung dengan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat


Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 pemikiran di “Sekilas Tahura Ir. H. Djuanda