Pengembangan Desa Agroekowisata Ciburial

Desa Ciburial selain merupakan daerah pertanian subur, juga memiliki panorama alam yang sangat indah namun belum optimal dijamah oleh aktivitas wisata padahal berada di kawasan destinasi wisata. Potensi kepariwisataan tersebut sudah selayaknya diberdayakan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan Desa Ciburial sebagai desa agroekowisata yang berbasis Community Development, artinya para petani akan menjadi pelaku usaha wisata setelah melalui proses pengembangan kompetensi (kebudayaan). The World Bank (2002): menanggulangi masalah kemiskinan melalui sektor pariwisata yang kemudian dikenal dengan Community-Based Toursim (CBT).

Pengembangan Desa Ciburial sebagai desa agroekowisata ini bertolak dari konsep agroekowisata yang merupakan pengembangan dari ecotourism yang menawarkan pengalaman langsung kepada pengunjung (wisatawan) tentang kehidupan di daerah pertanian. Pengunjung mendapatkan kesempatan menyaksikan dan melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani.

Secara konseptual tujuan Program Agroekowisata adalah :

  • Mendukung Program Pemerintah khususnya pada UU No.10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan, dalam pembangunan pariwisata antara lain bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi; meningkatkan kesejahteraan rakyat; menghapus kemiskinan; mengatasi pengangguran; melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya; mengangkat citra bangsa.
  • Petani memperoleh nilai tambah dari usaha tani (tidak lagi mengandalkan dari hasil pertanian saja, tapi juga didapat dari sektor pariwisata);
  • Masyarakat mempunyai mata pencaharian tambahan, yaitu sebagai pelaku usaha wisata;
  • Para petani dapat menggunakan konsep-konsep manajemen dalam mengelola usaha tani dan wisatanya;
  • Para petani dapat menggunakan teknologi tepat guna dalam mengelola usaha tani;
  • Para petani terampil menerapkan teknik pertanian ramah lingkungan (menggunakan bahan-bahan organik sebagai pupuk dan obat pada tanaman);

Lingkup aktivitas Agroekowisata antara lain:

  • Something to See (Sesuatu untuk Dilihat), bentuknya: Educational Tours, Historical Recreations, Processing Demonstrations, Crop Art, Natural Features, Festivals/Special Events.
  • Something to Do (Sesuatu untuk Dilakukan), bentuknya : Farm School/Educational Activities, Accommodation for Outdoor Sports, Playgrounds, Pick Your Own (U-Pick), Themes for Entertainment Farming, Mazes.
  • Something to Buy (Sesuatu untuk Dibeli), bentuknya: Food & Drink, Gifts & Souvenirs, Shopping at the Farm Store, A Maine Farm Store.

Informasi Terkait:

Satu pemikiran di “Pengembangan Desa Agroekowisata Ciburial”

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *